Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jetis

Sekolah setara SD unggulan di ingkungan Kelurahan Jetis Sukoharjo

Gerbang batas Kota

Gerbang batas kota yang terletak di bagian utara kota

Kantor Kelurahan Jetis

halaman depan kelurahan jetis

Baliho Desa Sentra Kerajinan Anyaman Bambu

kelurahan Jetis dikenal karena Kerajinan anyaman bambu

PT. Sritex Tbk.

PT. Sritex Tbk. terletak di kawasan bagian Selatan dari kelurahan jetis

Pages

Sabtu, 28 Mei 2016

PEMILIHAN MAS DAN MBAK SUKOHARJO TAHUN 2016

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo beserta Forkomida Sukoharjo dan Kepala satker se Kabupaten Sukoharjo menghadiri Grand Final Mas dan Mbak Sukoharjo, dimana Mahendra Dany- Anggi Ramadani menyabet juara I Mas dan Mbak Sukoharjo 2016. Pasangan Dany-Anggi menyisihkan sembilan pasangan lainnya dalam grand final pemilihan Mas dan Mbak Sukoharjo 2016 di Pendapa Graha Satya Praja (GSP) pada Sabtu (21/5/2016) malam.
Para finalis Mas dan Mbak Sukoharjo 2016 telah mengikuti serangkain seleksi seperti tes tertulis, wawancara, orientasi lapangan hingga pembekalan. Mereka wajib menampilkan bakat dan potensi diri di depan dewan juri saat mengikuti tes wawancara. Hanya 10 pasangan yang berhak melaju ke grand final Mas dan Mbak Sukoharjo 2016. Pasangan Dany-Anggi meraih nilai sempurna dengan mengumpulkan total nilai sebanyak 500 poin. Ada lima dewan juri yang menilai penampilan, kemampuan dan potensi setiap pasangan, diantaranya Ibu Etty Wardoyo Wijaya.
Pasangan Dany-Anggi berhak menyandang sebagai Mas dan Mbak Sukoharjo 2016. Dany memakai keris sementara Anggi memakai mahkota di kepala. Mereka juga berhak menerima hadiah uang pembinaan senilai Rp. 5 juta.
Pasangan Dany-Anggi otomatis mewakil Kabupaten Sukoharjo pada event serupa di tingkat Provinsi Jateng. Mereka bakal bersaing ketat dengan para juara duta wisata di setiap daerah di Provinsi Jateng.
Dalam sambutan pembukaan acara ini, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH mengungkapkan bahwa Mas dan Mbak Sukoharjo harus mampu berbicara banyak di tingkat provinsi maupun nasional, lanjutnya beliau menambahkan potensi pariwisata di Sukoharjo cukup besar dan bisa dikembangkan ke depan. Pengembangan sektor pariwisata membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang bisa menciptakan branding Sukoharjo sebagai daerah wisata. (ang/snn)

LEPAS SAMBUT KAPOLRES SUKOHARJO

Senin malam (23/5) di Wisma Boga Solo Baru, dilangsungkan acara lepas sambut Kepala Kapolres Sukoharjo, dari AKBP. Andy Rifai, SIK, MH  kepada AKBP. Ruminio Ardano, SIK. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo berserta istri, Forkominda Sukoharjo, Jajaran Polres Sukoharjo, Kepala SKPD Se-Kabupaten Sukoharjo, Camat, Tokoh Masyarakat dan wartawan
            Dalam acara tersebut Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kapolres AKBP. Andy Rifai, SIK, MH yang telah berpindah tugas ke Polres Kudus, atas segala bantuan, dukungan dan kerjasama yang baik. Dan selanjutnya kepada Kapolres yang baru, AKBP. Ruminio Ardano, SIK, Bupati juga mengucapkan selamat datang dan nantinya dalam tata hubungan dalam Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sukoharjo senantiasa dikembangkan rasa semangat dan suasana keakraban, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan, yang merupakan kunci meraih kesuksesan dan mewujudkan Sukoharjo yang Makmur dan dalam suasana kondusif.
            Ditambahkan juga oleh Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum, dalam acara ini Bupati dan anggota Forkominda serta jajaran Polres Sukoharjo memberikan cinderamata kepada AKBP. Andy Rifai, SIK, MH beserta Istri.
            Ditambahkanya pula saat mendampingi Bupati di Wisma Boga, bahwa acara ini terselenggara sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kita kepada Anggota Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sukoharjo. (angg/snn)

TIM PERPUSTAKAAN PROVINSI KUNJUNGI RUMAH PINTAR

Wakil Bupati, Purwadi, SE, MM pagi tadi pukul 9.00 Senin ( 23/5 ) bertempat di kantor Kelurahan Bulakan menerima kunjungan tim penilai lomba perpustakaan tingkat provinsi dengan ketua tim Drs Aan Permana, M.Si yang beranggotakan 5 orang. Ketua tim pada sambutannya menyampaikan” pemberitahuan ini kami sampaikan secara mendadak dan kami lihat kesiapan di lapangan cukup mantab dan kompak dan berharap kedepan dalam pengadaan buku perpustakaan jangan sampai ada buku yang sama dengan kelurahan lainnya dan kiranya antar kelurahan/ desa dapat saling bertukar buku sehingga vareasinya lebih banyak dengan dana yang lebih efisien” tandasnya. Pada Kelurahan Bulakan ini sudah memiliki gedung perpustakaan rumah pintar yang memiliki dua ruangan yaitu ruang audio visual dan edutoys serta ruang koleksi dan sirkulasi.
“Perpustakaan ini pada tahun 2015 yang lalu telah memiliki koleksi buku lebih dari 1500 buah dan direncanakan pada tahun 2016 ini dengan anggaran 6.300.000 rupiah sebagian akan kami gunakan untuk menambah koleksi buku dengan bekerja sama dengan pihak ketiga . Jumlah pengunjung dalam seminggu dapat mencapai ratusan orang baik anak sekolah maupun dari ibu – ibu PKK yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan ini ,” tutur ketua rumah pintar, Sriyanto, SE.
Bupati pada sambutannya yang disampaikan wakil bupati bahwa memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Bulakan yang telah berhasil masuk nominasi terbaik 6 besar dalam lomba perpustakaan desa/ kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 ini dan berharap agar Kelurahan Bulakan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan skor penilaian tertinggi juara I Tingkat Provinsi Jawa Tengah, juga tidak kalah pentingnya akan lebih meningkatkan pengembangan perpustakaan serta dapat meningkatkan pelayanan informasi guna pengembangan kemampuan masyarakat khususnya Kelurahan Bulakan. Hadir pada kesempatan ini Asisten Administrsi Umum, muspika, lurah se kecamatan Sukoharjo, tokoh masyarakat dan tamu undangan. (dn/snn )

telah hadir webblog kelurahan jetis




telah hadir web blog bagi kelurahan jetis yang dapat digunakan sebagai sarana penyebaran informasi bagi perangkat kelurahan jetis kepada warga kelurahan jetis. dalam blog ini terdapat berbagai jenis informasi mulai dari sejarah kelurahan layanan yang ada di kelurahan jetis dan lain lain. dan warga juga dapat melakukan komuniasi melalui komentar yang akan langsung masuk ke dalam email kelurahan jetis. jadi diharapkan dengan adanya hal ini maka informasi dan komunikasi antara perangkat kelurahan dan warga jetis dapat terjalin lebih baik dan lebih cepat ditanggapi.

Kamis, 03 Maret 2016

Warga Jetis Desak Banjir Pusat Kota Segera Ditangani

Warga Kaliwingko Desa Madegondo Kecamatan Grogol Sukoharjo dievakuasi menggunakan perahu saat banjir melanda kawasan tersebut, Kamis (11/2/2016) pagi. (Istimewa/ilustrasi)

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tahun ini menyelesaikan masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan pusat kota secara permanen.
Informasi yang dihimpun solopos.com, banjir di pusat kota terjadi di sekitar simpang lima atau Proliman Sukoharjo, sekitar Alun-Alun Satya Negara, Jl. Veteran, dan kampung-kampung di Kelurahan Jetis. Ada pun kampung di Kelurahan Jetis yang menjadi langganan banjir seperti Denokan, Mranggen, Madyorejo, Ngabeyan, Randulawang, Kutorejo, Bangsan, Pandeyan, Seliran, Tegalrejo, dan Jetis. Jika hujan deras mengguyur beberapa jam ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai selutut orang dewasa. Banyak rumah warga yang tergenang. Banjir diduga akibat luapan air drainase.
Warga Bangsan, Diah, saat ditemui solopos.com di rumahnya, Rabu (2/3/2016), menginformasikan banjir di kawasan Jetis terjadi tiga kali sejak awal 2016 lalu. Kali terakhir banjir parah terjadi Rabu (10/2/2016). Banjir belum lama ini kembali terjadi meski tidak terlalu parah. Menurut perempuan muda itu banjir disebabkan luapan air dari drainase di tengah kampung.
Sebenarnya, kata dia, penanganan sudah pernah dilakukan, seperti dengan pengerukan dan meninggikan jalan kampung. Namun, upaya itu hanya percuma karena drainase tidak dilebarkan dan drainase tempat aliran air bermuara yang terletak di sepanjang tepi jalan dari dekat simpang empat Carikan ke arah Pabrik Sritex tidak diperbaiki.
“Artinya penanganan dilakukan tidak menyeluruh. Seharusnya penanganan itu untuk solusi permanen,” kata Diah.

Warga Ngabeyan, Joko Cahyono, 46, mengatakan tidak ada alasan bagi Pemkab menunda mengatasi banjir di pusat kota. Menurut dia instansi terkait harus segara turun tangan mengatasi banjir secara permanen pada tahun ini. Dia berpandangan penanganan banjir tersebut seharusnya menjadi prioritas.
Salah satu tindakan yang menurut Joko harus dikerjakan adalah normalisasi drainase, baik pelebaran maupun pengerukan sedimentasi. Drainase di pusat kota sudah bertahun-tahun tak dinormalisasi. Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Sukoharjo memandang akan sangat ironis jika Pemkab tidak merepons masalah ini.
“Waktu sertijab bupati [Sabtu 27/2] lalu Pak Ganjar [Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo] sudah mengisyaratkan siap membantu Sukoharjo dalam hal apa pun. Kalau tidak bisa menangani masalah banjir secara mandiri, Pemkab bisa minta bantuan ke Pemprov. Masalah banjir di Jl. Jenderal Sudirman [banjir akibat luapan air saluran irigasi sekunder Dam Colo timur] memang perlu diperhatikan. Tapi banjir di pusat kota semestinya juga tidak boleh dikesampingkan,” ulas Joko.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo, Achmad Hufroni, menolak menanggapi saat ditemui solopos.com untuk dimintai konfirmasi.

Jumat, 26 Februari 2016

PT. Sritex meluncurkan logo baru




PJ Bupati, Drs Agus Santosa, Selasa (19/1) menghadiri  peresmian logo baru 50 Tahun Emas PT  Sri Rejeki Isman Tbk. Peresmian tersebut digelar dengan mengadakan upacara bendera di lapangan SRITEX, bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Direktur PT. Sritex Iwan Setiawan Lukminto.
Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan bahwa dengan perpijak pada pengalaman  pendiri perusahaan ( HM. Lukminto ) dalam menghadapi tantangan dan hambatan  dapat dijadikan sarana dan prasarana  pengobar api semangat  juang dalam berkarya dan berinovasi di  SRITEX GROUP baik dari sektor hulu sampai hilir. Dengan slogan "Tanam Pohon Tumbuh Baju"  merupakan program demi mewujudkan  kedaulatan sandang dalam rangka Ketahanan Nasiuonal.
Pada acara ini juga sekaligus peluncuran website www.sritex50.com dan berbagai kegiatan dalam menyambut 50 tahun emas PT SRITEX  berupa bakti sosial, kegiatan olah raga dan aksi peduli lingkungan. Pada kesempatan ini PJ bupati menerima penyematan pin dari Presiden Direktur PT. SRITEX. (snn-dn/humas)

Selasa, 26 Januari 2016

Pemkab Sukoharjo Kawal Ketat Pemulangan Anggota Gafatar dari Donohudan

Pemkab Sukoharjo Kawal Ketat Pemulangan Anggota Gafatar dari Donohudan

Petugas membantu warga eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang baru turun dari KRI Teluk Gilimanuk saat tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, Senin (25/1/2016). Berdasarkan data penumpang, dari 359 eks-Gafatar yang diangkut KRI Teluk Gilimanuk, 300 orang di antaranya berasal dari Yogyakarta dan selanjutnya mereka akan dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali. (JIBI/Antara Foto/R. Rekotomo)






















Solopos.com, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo beserta instansi terkait bakal mengawal ketat pemulangan para anggota organisasi kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Sukoharjo dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali hingga rumahnya masing-masing.
Saat ini, tercatat ada 14 warga Sukoharjo yang hilang dan diduga kuat ikut Gafatar dan pergi ke Kalimantan. Mereka berasal dari Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Baki, dan Tawangsari.
Hal itu terungkap saat Pemkab Sukoharjo menggelar rapat koordinasi (rakor) rencana pemulangan para anggota Gafatar di Graha Satya Kencana (GSK), Senin (25/1/2016). Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Sukoharjo, Eko Aji Arianto.
Rakor itu juga dihadiri 12 camat se-Sukoharjo, perwakilan Polres Sukoharjo dan Kodim 0726/Sukoharjo. “Kami sudah mengecek daftar anggota Gafatar yang telah tiba di Donohudan [Asrama Haji]. Tidak ada anggota Gafatar asal Sukoharjo dalam daftar tersebut. Kemungkinan mereka masih dalam perjalanan ke Jawa atau masih berada di Kalimantan,” kata Eko Aji Arianto, Senin.
Kendati belum tiba di Jawa, namun Pemkab telah membahas rencana pemulangan para anggota Gafatar menuju rumahnya masing-masing. Mereka juga akan menjalani masa karantina seperti anggota Gafatar lainnya selama beberapa hari.
Para anggota Gafatar akan dibekali pemulihan keyakinan dan ideologi yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, dan Polri. Selanjutnya, mereka akan pulang ke keluarganya masing-masing yang difasilitasi oleh Pemkab Sukoharjo.
Di sisi lain, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sukoharjo, Gunawan Wibisono, mengungkapkan para anggota Gafatar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhak mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang layak.
“Memang ada penolakan warga terhadap para anggota Gafatar namun bukan di Sukoharjo, di wilayah lainnya. Saya harap tak ada kasus serupa di Sukoharjo,” papar Gunawan.
Menurut Gunawan, Dokter Dyah Wulandari dan suaminya yang dikabarkan ikut Gafatar telah ditemukan di Kalimantan. Mereka telah pulang dan dijemput langsung oleh keluarganya di Jakarta. Warga Perumahan Perumahan Gentan Wiyata, Desa Gentan, Kecamatan Baki ini menghilang sejak 8 Desember 2015

Senin, 25 Januari 2016

Dana Desa 2016

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) menunggu keputusan Bupati tentang pembagian dana desa tahun 2016. Sesuai perencanaan keputusan bupati tersebut sekarang sudah masuk tahap finalisasi. Selanjutnya akan diketahui berapa besaran dana desa yang diberikan ke masing masing desa.
Kepala DPPKAD Sukoharjo Bapak Widodo Minggu (24/1/2016) mengatakan, keputusan bupati tersebut sangat penting dan dijadikan patokan dalam penentuan besaran nominal bagi desa untuk menerima dana desa. Rumusan mengenai keputusan bupati sudah selesai dibuat dan diperkirakan pada akhir Januari ini suda ada putusan.
“Dalam penentuan besaran dana desa itu memakai sejumlah kriteria seperti jumlah penduduk, luasan wilayah, angka kemiskinan dan lainnya, semuanya itu akan ditetapkan dalam keputusan bupati,” ujar Bapak Widodo.
DPPKAD juga terus melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya terkait dana desa. Mereka yakni, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Bapermades).
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Bapermades) Sukoharjo Ibu Sri Lestari mengatakan, nominal dana desa tahun 2016 sudah diketahui mengalami kenaikan 100 persen sebesar Rp 96,615 miliar. Nilai tersebut lebih besar dibanding Tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 43 miliar. Kepastian tersebut didapat setelah Pemkab Sukoharjo mendapatkan informasi dari pemerintah pusat.
Setelah diketahui nominal dana desa Tahun 2016, selanjutnya Pemkab Sukoharjo menyiapkan proses pencairan. Namun rencana tersebut belum bisa dilakukan sekarang karena masih menunggu kelengkapan aturan.
“Kami masih menunggu penerbitan Perbup terkait alokasi dana desa disetiap desa, kalau sudah maka akan dilakukan proses pencairan,” ujar Sri Lestari.
Proses pencairan dana desa tahun 2016 sendiri bisa dilakukan setelah pihak desa melakukan pengajuan. Desa juga wajib melengkapi syarat pencairan salah satunya yakni menyerahkan laporan pertanggungjawaban (Lpj) penggunaan dana desa tahun 2015.
“Alokasi dana desa Tahun 2016 untuk Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan besar dibanding Tahun 2015,” lanjutnya.
Pada Tahun 2015 lalu dana desa yang diterima Kabupaten Sukoharjo hanya sebesar Rp 43 miliar. Sedangkan Tahun 2016 ini mengalami kenaikan sebesar Rp 96.615 miliar.
(edit AD dar http://krjogja.com/read/288597/pembagian-dana-desa-2016-masih-ditunggu.kr)

Rabu, 06 Januari 2016

Curug Krajan, Surga Kecil di Kota Makmur

Solopos.com, SUKOHARJO – Wisata Sukoharjo, Curug Krajan masih alami. Belum banyak pengunjung yang datang ke curug atau air terjun ini.
Curug Krajan di pegunungan Bronggang, Krajan, Weru, Sukoharjo (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Curug Krajan di pegunungan Bronggang, Krajan, Weru, Sukoharjo (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Curug Krajan terletak di pegunungan Bronggang, Krajan, Weru, Sukoharjo. Dukuh itu berada sekitar 30 km dari kawasan kota Sukoharjo.
Rerumputan membentang, pepohonan asri berdiri menantang langit, dan kemericik air sungai menciptakan harmoni panorama yang memanjakan mata.
Semakin dalam langkah menjelajah semakin tampak kemegahan alam di dukuh yang berbatasan dengan Gunung Kidul, DIY, itu.
Kemericik air yang terdengar sejak Solopos.com menginjakan kaki di ujung jalan dukuh yang juga pintu masuk pegunungan itu begitu menggoda.
Rasa penasaran pun seketika terbayar lunas saat mata ini melihat aliran air sungai yang cukup jernih. Bebatuan berukuran besar dan kecil yang tertata secara alami melengkapi keindahannya.
Solopos.com menjelajah dengan panduan warga setempat, Desi, 16, menyusuri tepi sungai itu. Sekitar 100 meter selanjutnya suara air terjun terdengar membuat rasa penasaran kian menggebu.
Sambil terus berjalan Solopos.com memandangi ke sungai dan sesekali melihat ikan-ikan kecil berenang yang seolah bersuka cita menikmati kesegaran air.
Warga sekitar menyebutnya ikan cethul. Saat tiba di batu besar yang berdiri kokoh di tepi sungai air terjun terlihat samar.
“Terus ikuti sungai ini, beberapa meter lagi air terjun terlihat jelas,” kata Desi, remaja hitam manis yang menyambut hangat sejak Solopos.com tiba di dukuh.
Untuk sampai ke lokasi air terjun Solopos.com harus menyeberangi sungai selebar kurang lebih tiga meter melalui bebatuan yang mencuat di tengah sungai.
Setelah berhasil menyeberang berjalan menyusuri jalan setepak yang semakin naik. Dan tatkalaSolopos.com tiba di lokasi yang jauhnya sekitar 400 meter dari mulut pegunungan, “surga” tersembunyi bernama Curug Krajan itu mengobati lelah.
Dua Air Terjun
Terdapat dua air terjun setinggi kurang lebih enam meter itu, yakni sisi barat dan timur. Aliran airnya tak terpusat di satu bagian tetapi memanjang mengikuti bibir tebing.
Sejumlah anak dan remaja bermain membiarkan hujaman derasnya air terjun menerpa tubuh mereka. Salah satu dari mereka bergaya bak pendekar yang sedang bertapa.
Anak-anak lainnya tak menggubrisnya karena tak mau melewatkan kesempatan bermain di air terjun yang belum banyak diketahui orang itu.
“Hanya sedikit yang tahu air terjun ini padahal sudah ada sejak zaman embah saya,” kata Anggit, 16, salah satu remaja warga Bronggang yang bermain.
Di sudut lain, Kurniawan, 22, warga Tawangsari, Sukoharjo, sibuk memotret model perempuan yang sengaja mengambil latar air terjun.
Pemuda itu mengabadikan pose demi pose sang model. Kepada Solopos.com dia mengaku mengetahui keberadaan Curug Krajan setahun lalu melalui instagram.
“Sukoharjo ternyata ada air terjun seindah ini. Sayang kalau dibiarkan saja begini,” ulas Kurniawan.
Penduduk Bronggang, Tugino, 38, mengatakan Curug Krajan masuk wilayah Gunung Kidul. Tapi air terjun itu hanya bisa diakses dari Bronggang.
Terlepas dari telaknya di derah lain, kata dia, penduduk Bronggang sebenarnya diuntungkan jika lokasi itu kerap dikunjungi orang.
“Air terjun itu adanya kalau musim penghujan. Indah memang, tapi belum banyak yang tahu jadi belum banyak yang mengunjungi,” kata Tugino.

Aksi Bercermin Massal Para Ibu Simbol Refleksi 2015

Liputan6.com, Sukoharjo - 
Di penghujung 2015, puluhan ibu rumah tangga menggelar aksi bercermin massal di salah satu sudut Alun-alun Kota Sukoharjo, Jawa Tengah. 
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Jumat (1/1/2016), cermin berbagai ukuran digunakan sebagai simbol refleksi di akhir tahun yang baru saja berlalu. 
Tak ketinggalan, beragam harapan mereka tuliskan pada selembar kertas lalu dibawa berkeliling di Alun-alun Kota Sukoharjo. Selain harapan yang bersifat pribadi, seperti makin disayang suami, para ibu ini juga berharap bangsa Indonesia lebih sejahtera dan bebas koruptor. 
Menurut koordinator aksi Wijanarko, dengan digelarnya aksi bercermin massal ini, diharapkan dapat membangun karakter masyarakat untuk rajin berintrospeksi untuk masa depan yang lebih baik. 
"Tidak boleh saling menyalahkan, karena kalau saling introspeksi, menyalahkan diri sendiri untuk berbuat yang lebih baik untuk negara ini. Negara kita akan lebih baik lagi di 2016," kata Wijanarko.
Rencananya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin menyambut tahun baru di masa yang akan datang. 


12 Tempat Wisata di Sukoharjo yang Anda Harus Tahu

 1. Pandawa Water World


Dilihat dari namanya sepertinya sudah terlihat bahwa tempat wisata di Sukoharjo ini merupakan sebuah wahana permainan air yang cocok dijadikan sebagai wisata keluarga. Di lokasi ini selain terdapat kolam renang juga menawarkan aneka permainan air yang bernuansa petualangan. Hal yang mencolok dari Pandawa Water World adalah adanya relief di dinding yang bergambar pandawa. Lokasi Pandawa Water World ini adalah di Solo Baru, Grogol Sukoharjo. Wahana ini sanat digemari oleh masyarakat Solo dan sekitarnya. Bahkan ada juga pengu jung yang dari luar negeri. Wahana yang ada di Pandawa Water World diantaranya adalah bungy jumping, black hole, bungy river, wave pool, raf slide, racer slide, kiddy pool, dan wahana yang lainya (Baca : Wisata Pandawa Water World

2. Alaska Waterboom

Selain Pandawa Water World, Sukoharjo juga memiliki sebuah tempat wisata air yang mengasyikkan. Tempat wsiata ini adalah Alaska Waterboom. Obyek Wisata di SUkoharjo ini juga ramai dikunjungi oleh para pengunjung, namun kebanyakan yang hadir masih sebatas pengunjung dari SUkoharjo sendiri. Alaska Waterbook terletak di Desa Polokarto, Sukoharjo. Keunikan dari waterboom di Sukoharjo adalah lokasi waterboom ini berada di tengah hutan jati. Jadi keberadaannya seperti oase di padang pasir. 


3. Kora-kora

Satu lagi tempat wisata bermain anak yang ada di Sukoharjo. Tempat ini juga merupakan tempat bermain air yang dikhususkan bagi anak-anak. Lokasi wisata Kora-kora adalah di Desa Purbayan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Di tempat ini ada 4 kolam renang dengan ketinggian yang berbeda, sehingga putra-putri kita dapat memilih sesuai dengan ketinggian badan masing-masing. 










4. Sendang Pinilih

Sendang Pinilih adalah lokasi wisata di Sukoharjo tepatnya berada di Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Sukoharjo. Meskipun namanya sendang, namun sebenarnya tempat wisata di Suoharjo ini adalah berupa kolam renang yang sudah dikembangan sebagai obyek wisata air bagi masyarakat Sukoharjo. Ada 3 kolam renang dan 1 kolam ikan yang terdapat di Sendang Pinilih ini. Tarif masuknya yang sangat murah yaitu hanya 7000 menjadikan Sendang Pinilih sebagai salah satu alternatif berlibur saat libur akhir pekan tiba.

5. Dam Colo

Di Kecamatan Nguter Sukoharjo yang merupakan kecamatan paling selatan, terdapat sebuah Dam atau bendungan yang fungsinya adalah untuk menampung air sungai untu dimanfaatkan sebagai sarana irigasi persawahan di sekitarnya. Selain untuk tujuan irigasi ternyata Dam Colo ini juga sering dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat nongkrong dan ngobrol bersama teman-teman. Memang kalau dilihat Dam Colo ini memiliki keindahan tersendiri yaitu berupa bangunan Bendungan yang megah serta bendungan air yang menjadikan suasana menjadi meriah.

6. Waduk Mulur

Satu lagi jenis wisata air yang ada di Kabupaten Sukoharjo jawa Tengah. Wisata ini adalah Waduk Mulur. Nama Mulur diambil dari nama tempat keberadaan waduk ini yaitu di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Waduk ini menjadi tempat paling menyenangkan buat para pehobi memancing. Biasanya pada Hari Minggu atau hari libur banyak pemancing yang berdatangan untuk memancing di waduk ini. Selain untuk memancing pada waktu-waktu tertentu juga diadakan event lomba dayung, sky air dan motor air. 

7. Umbul Pecinan Batu Seribu

Umbul Pecinan Batu Seribu merupakan salah satu wisata keluarga favorit bagi warga masyarakat Sukoharjo. Umbul Pecinan Batu Seribu berupa taman dan pemandian yang berdiri di lahan seluas 2,5 hektar diatas perbukitan batu kapur. Untuk menuju tempat wisata Umbul Pecinan Batu Seribu ini anda harus melewati jalan yang berkelok dan naik. Ada berbagai fasilitas yang ditawarkan di Umbul Pecinan Batu Seribu ini yaitu kolam renang, sendang, outbond dan juga panggung kesenian. Di Umbul Pecinan Batu Seribu terdapat lele putih yang dikeramatkan olehwarga sekitar karena dianggap sebagai penjelmaan dari Kyai Truno.






8. Pemandian Air Hangat Langenharjo

Di Kabupaten Sukoharjo ternyata terdapat sebuah pemandian air hangat. Pemandian air hangat ini dahulu dibangun oleh keluarga Kerajaan Kasunanan Surakarta. Pembangunan pemandian air hangat ini konon dengan cara mengebor tanah, Jadi dapat disimpulkan bahwa air hangat yang keluar merupakan bukan terbentuk secara alamiah seperti air hangat yang muncul di pegunungan. Namun sayang Pemandian Air Hangat Langenharjo ini air yang keluar tidak lagi hangat. Katanya sih karena kurangnya perawatan, sehingga pipa air yang digunakan sudah banyak yang keropos. Pemandian Air Hangat Langenharjo ini masih perlu ada pembenahan dari pihak terkait agar penampilannya lebih segar dan dapat lebih diminati oleh wisatawan, karena mengandung nilai historis yang sangat tinggi.

9. Petilasan Kasultanan Pajang

Kasultanan Pajang merupakan penerus dari Kerajaan Demak yang telah runtuh. Dalam sejarah keberadaan Kesultanan Pajang ini tidaklah lama. Hal itu karena pada masa akhir pemerintahan Sultan Hadiwijaya, berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Mataram yang kemudian mengambil alih kekuasaan Kesultanan Pajang di Tanah Jawa. Kesultanan Pajang sangat identik dengan Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Petilasan Kesultanan pajang terletak di Jl. Joko Tingkir, Gang Benowo II Sonojiwan RT 5/RW 22 Makam Haji, Kartosuro, Sukoharjo. Karena keruntuhan kesultanan Pajang sudah berlangsung selama ratusan tahun, saat ini tidak ada bangunan fisik yang masih tersisa. Di petilasan ini hanya terdapat serpihan kayu yang dipercaya sebagai bekas getek atau rakit milik Joko Tingkir, sebuah batu yang dulunya menjadi tempat bersemadi dan sebuah sendang yang airnya selalu jernih meskipun terletak di pinggir sungai yang keruh dan  kotor.

10. Royal Water Adventure

Royal Water Adventure merupakan salah satu wisata permainan air di Sukoharjo yang cukup ramai dikunjungi. Disini anda dan keluarga dapat berlibur dan menikmati beberapa kolam renang dan permainan air yang sangat digemari anak-anak. Royal Water Adventure terletak di Jalan Solo-Wonogiri tepatnya di Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo.





11. Makam Ki Ageng Sutowijoyo

Selain terkenal dengan wisata airnya, Kabupaten Sukoharjo juga terdapat beberapa wisata religi yang terkenal. Salah satu wisata religi yang ada di Sukoharjo adalah Makam Ki Ageng Sutowijoyo. Makam Ki Ageng Sutowijoyo ini terdapat di Desa Majasto Kecamatan Tawangsari Sukoharjo. Makam ini jua dikenal dengan nama Makam Bumi Arum Majasto. Ki Ageng Sutowijoyo merupakan putra ke 107 Raja Majapahit Brawijaya V. Beliau merupakan salah satu santri Sunan Kalijogo serta pernah jadi guru dari Joko Tingkir. Ki Ageng Sutowijoyo juga merupakan pendiri Desa Majasto. Menurut cerita, makam Ki Ageng Sutowijoyo ini tidaklah dalam tetapi dangkal. Namun begitu makam ini tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Di lokasi ini selain terdapat makam juga terdapat Masjid peninggalan Ki Ageng Sutowijoyo. Sampai saat ini makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah, terutama malam Jumat Kliwon.

12. Makam Ki Ageng Purwoto Sidik

Ki Ageng Purwoto Sidik memiliki beberapa julukan, diantaranya adalah Ki Kebo Kanigoro, Ki ageng Banyubiru dll. Beliau masih terbilang paman dari Joko Tingkir sekaligus gurunya. Makam Ki Ageng Purwoto Sidik ini berada di Dusun Sarean, Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dilokasi makam tersebut terdapat petilasan ki Ageng Purwoto Sidik yaitu berupa Sendang. Sendang tersebut diantaranya Sendang Banyubiru, sendang Margomulyo, Krapyak, Margojati, Bendo, Gupak Warak, Ndanumulyo, Siluwih dan Sepanjang. Sendang Gupak Warak berada di Wonogiri, dan lainnya tersebar di Weru Sukoharjo. 

Demikian tadi 12 Tempat Wisata di Sukoharjo yang Anda Harus Tahu. Memang tempat wisata diatas belum sepenuhnya dapat bersaing dengan tempat wisata yang berada di kabupaten sekitarnya. Namun dengan pembenahan dan pengelolaan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo pastinya dapat lebih banyak diminati oleh para wisatawan. ( Baca Juga : Tempat Wisata Unggulan di Solo dan Jawa Tengah )