Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jetis

Sekolah setara SD unggulan di ingkungan Kelurahan Jetis Sukoharjo

Gerbang batas Kota

Gerbang batas kota yang terletak di bagian utara kota

Kantor Kelurahan Jetis

halaman depan kelurahan jetis

Baliho Desa Sentra Kerajinan Anyaman Bambu

kelurahan Jetis dikenal karena Kerajinan anyaman bambu

PT. Sritex Tbk.

PT. Sritex Tbk. terletak di kawasan bagian Selatan dari kelurahan jetis

Pages

Selasa, 18 April 2017

Sensus Ekonomi, BPS Kerjasama dengan Dinas Kominfo

Sukoharjo — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat teknis bersama seluruh BPS kabupaten/kota, di Solo Baru. Di dalam agenda rapat kali ini, juga dilakukan MoU antara BPS dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam melakukan pendataan dan Sensus Ekonomi 2017. “Pemerintah punya tugas melakukan pendataan sektoral dan BPS memberikan kami kesempatan khususnya teman teman di Dinas Komunikasi dan Informatika disertakan dalam rapat teknis BPS. Dan bahkan saya harapkan BPS mau membimbing teman-teman dari Kominfo,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Selasa (11/4). Selama ini pemerintah dinilai belum maksimal dalam melakukan pengolahan dan penggalian data informasi yang diperoleh dengan kegiatan statistik. Sehingga dengan adanya MoU antara BPS dan Dinas Kominfo diharapkan bisa meningkatkan kemampuan petugas dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Data statistik yang dihasilkan BPS selama ini sangat membantu pmerintah dalam menjalankan program-program kerjanya. Bahkan sebagian data yang dihasilkan metinya menjadi tugas dari pemerintah sendiri dalam melakukan pendataan sektoral yang berbasis desa atau di tingkat mikro. “Nantinya kerjasama ini adalah bagi tugas antara pemerintah dengan BPS sesuai UU BPS yang mengamantkan begitu. Pemerintah akan melakukan pendataan statistik di tingkat desa by name by adress, sedangkan BPS bertugas melakukan pendataan statistic di tingkat makro,” tandasnya. hp (sumber:timlo.net

Jokowi Resmikan Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro

SUKOHARJO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Kholifatullah Singo Ludiro, Kecamatan Mojolaban, Sabtu (8/4/2017) siang.
Jokowi meresmikan sejumlah fasilitas yang berada di pondok tersebut. Antara lain Masjid Arifah Istiqomah dan Gedung Sholawat KH Surowijoyo Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro.
Dua fasilitas ponpes tersebut merupakan bantuan dari Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag sebesar Rp 150 juta.
Dalam sambutannya Joko Widodo menyampaikan keinginannya untuk menyambangi Ponpes tersebut sudah sangat lama. Ia berujar pondok terlihat semakin maju dengan jumlah santri yang semakin banyak.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan betapa pentingnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa kepada ribuan santri dan warga.
“Sebelumnya sudah pernah saya peringatkan jangan pernah mencampur adukkan antara politik dan agama. Konteksnya adalah untuk mewujudkan persatuan negara. Jangan sampai agama dipolitisasi menjadi sebuah komoditas. Tapi pernyataan saya ini bukan berarti memisahkan agama dan politik,”ujarnya.
Jokowi menegaskan agama itu penting bagi politik. Ia mencontohkan bahwasanya bila akan mengambil kebijakan tanpa dilandasi dengan adanya nilai agama, moralitas, kejujuran dan pengabdian pada masyarakat pasti akan keliru. Maka dari itu, politik dan agama harus selalu nyambung namun harus sesuai dengan konteks yang benar.
“Politik bila tidak dilandasi nilai-nilai seperti itu pasti juga akan luput. Inilah sambungnya antara politik dan agama,”lanjutnya.
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menuturkan  kehadiran presiden akan membawa dampak yang sangat luar biasa khususnya bagi Ponpes.  Ia berharap ponpes dapat mencetak kader santri yang cerdas, istiqomah dan menguasai ilmu agama.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Singo Ludiro, Agung syuhada menambahkan pihaknya sangat mengagumi Joko Widodo. Bahkan setiap  akan mengaji pada waktu setelah maghrib santri selalu mendoakan Jokowi dan sekeluarga.
“Karena kecintaan kami dengan Pak Presiden, kami selalu kirimkan 1.000 alfatihah untuk presiden sekeluarga setiap habis maghrib. Jadi kalau Pak Jokowi menjabat dua kali berarti 10 tahun Alfatihah untuk Bapak. Karena Bapak itu dielek-elek ya senyum, difitnah ya senyum. Semoga sehat terus pak,” katanya. hp (sumber:joglosemar.co)

TMMD REGULER 98 DILAKSANAKAN DI SUKOHARJO

Pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 98 Provinsi Jawa Tengah dan Sengkuyung I Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017 dilaksanakan di lapangan Desa Tegalsari Kecamatan Weru. Upacara pembukaan dengan Inspektur Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH, Rabu (5/4).
Acara ini dihadiri tamu undangan dari Danrem 074 Warastratama, Kol. INF. Maruli Simanjuntak, M.Sc, Forkopimda, Anggota DPRD, Kepala OPD, Camat se Kabupaten Sukoharjo dan Lurah se Kecamatan Weru dan ormas serta peserta upacara yang terdiri dari anggota TNI, kepolisian, pramuka dan pelajar.
Tema TMMD kali ini adalah “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan Di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”. TMMD dari tanggal 5 April s/d 4 Mei 2017. Kegiatan ini dalam rangka untuk membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, melaksanakan kegiatan serbuan teritorial, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh serta memelihara dan meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat.
Sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Inspektur Upacara, Bupati Sukoharjo dalam amanatnya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kemanunggalan TNI-Rakyat melalui setiap kegiatan TMMD, “Hari ini spirit kegotongroyongan dan kebersamaan kembali kita teguhkan dalam suatu aksi nyata melalui TNI Manunggal Membangun Desa ini,” ungkapnya. “Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD, menjadi suatu kekutan luar biasa untuk memajukan desa serta mengatasi berbagai persoalan terkini” tambahnya.
Dengan TMMD ini pula sebagai ikhtiar / upaya bersama untuk menanggulangi kemiskinan, keterbelakangan, ketertinggalan dan ketergantungan khususnya di lingkup perdesaan (program percepatan pembangunan perdesaan). Manfaat TMMD sangat besar dalam memperlancar laju perekonomian, pendidikan, kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan keamanan, ketaqwaan, kamtibmas, kebersihan lingkungan dan yang terpenting adalah memelihara budaya gotong royong.
Seperti diungkapkan pastier Kodim 0726/SKH dalam laporannya, kegiatan TMMD berupa pembangunan fisik meliputi pembangunan jalan makadam, pembuatan talut, rehab masjid, pembuatan jamban keluarga dan pembuatan MCK. Sedangkan pembangunan non fisik berupa penyuluhan pendidikan bela Negara, kamtibmas, bahaya narkoba, perilaku hidup bersih-sehat, dan penyuluhan KB dan Hukum.
Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan naskah penyerahan program antara Bupati Sukoharjo dan Dandim 0726/SKH yang disaksikan oleh Danrem 074 Warastratama dan penyerahan bantuan serta peralatan sebagai simbolis dibukanya TMMD ini, Demikian informasi yang berhasil dihimpun oleh Kabag Humas Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(ang)

40 PEJABAT ESELON IV IKUTI DIKLAT KEPEMIMPINAN

Dalam rangka meningkatkan kompetensi kepemimpinan operasional dan membentuk pemimpin perubahan pada pejabat struktural eselon IV yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan IV.
Kegiatan Pembukaan dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (5/4) diikuti peserta Diklat 40 orang pejabat struktural eselon IV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Pembukaan kegiatan oleh Asisten Administrasi umum Eko Adji Arianto, SH,MM mewakili Bupati Sukoharjo sekaligus membacakan sambutan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya,SH,MH yang mengamanatkan  bahwasanya Diklat kepemimpinan tingkat IV merupakan salah satu upaya meningkatkan sumber daya aparatur yang berkualitas, berdaya guna, bersih dan berwibawa sesuai dengan tuntutan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, disamping untuk lebih meningkatkan loyalitas Pegawai Negeri Sipil kepada Pancasila, Undang-undang dasar 1945, Negara dan Pemerintah Republik Indonesia.Diharapkan pula sumber daya aparatur yang meningkat kualitasnya akan semakin tanggap dalam melayani masyarakat, mengayomi dan menumbuhkan prakarsa serta  partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Ditambahkan oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo Joko Triyono, SH,MH dalam laporannya bahwa diklat kepemimpinan tingkat IV diikuti 40 pejabat  struktural eselon IV, dilaksanakan mulai tanggal 5 April s/d 8 September 2017 dengan terdiri dari  beberapa tahap, Materi berjumlah 893 jam pelajaran, dengan rincian 290 jam pelajaran untuk pembelajaran klasikal dan 603 jam pelajaran non klasikal. Tempat pendidikan dan pelatihan di Griya d’Madinah Residence Gentan Baki Sukoharjo, Adapun Tenaga pengajar berasal dari Widyaiswara/pejabat BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Pejabat Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Kodim 0726 Sukoharjo. (RN)